02 November 2011

Presentasi Sukses Ala Steve Jobs

Pada tanggal 5 Oktober 2011 lalu, dunia sedang dilanda kehebohan. Penyebabnya bukanlah karena ada gedung di New York atau Palo Alto yang kena bom lagi, tapi karena adanya seorang manusia yang baru saja diambil oleh Allah SWT, yakni Steve Jobs. Betul Steve Jobs memang bukanlah seorang muslim, tapi ada begitu banyak kebaikan yang bisa diambil dari CEO Apple satu ini untuk kebaikan semua muslim, khususnya yang ingin jadi pengusaha.


Dan salah satunya adalah cara Steve dalam menyajikan presentasi. Dalam tulisan berikut, penulis mencoba untuk memaparkan beberapa trik yang sering digunakan oleh Steve Jobs dalam memberikan presentasi terkait produk-produk Apple.
Bagi Anda yang doyan mengikuti perkembangan Apple dan produk-produk besutannya seperti iPod, iPhone, iPad, Macbook, dan sejenisnya, Anda pastinya tahu kalau salah satu kunci sukses Apple dalam menjual produk-produk di atas adalah karena keren atau fantastisnya sang CEO dalam mempromosikan barang-barang tersebut di acara peluncurannya.
Tidak jarang, beberapa penonton yang ada di event peluncuran tersebut terkesima luar biasa sampai-sampai tidak keberatan untuk memberikan standing applause yang cukup lama layaknya mereka sedang berada di acara pemberian penghargaan-penghargaan besar seperti penyerahan hadiah nobel atau sejenisnya. Sungguh super!

1. Gunakan theme slide yang sederhana

Dalam setiap aksinya di acara peluncuran produk-produk Apple, Steve tampaknya selalu menggunakan theme slide yang itu-itu saja, yakni slide presentasi dengan warna atasan hitam dengan siluet biru tua di bagian bawah. Tapi, alih-alih membosankan, slide yang sederhana ini justru membantu para audiense untuk memfokuskan diri pada presentasi produk secara keseluruhan.
Dan ini adalah salah satu nilai plus dari Steve Jobs karena ada beberapa speakers di dalam acara peluncuran produk yang justru malah suka dengan tampilan slide yang rame dan menyibukkan mata. Tergantung dari tujuan dan untuk siapa presentasi yang Anda berikan, sebaiknya Anda memberi perhatian khusus untuk masalah ini.

2. Gunakan font yang jelas dan mudah dibaca

Helvetica adalah favorit Steve Jobs, dan begitu juga Apple. Dalam setiap kesempatan presentasinya, Steve tampaknya selalu menggunakan font ini dalam slide-nya. Salah satu keunggulan Helvetica yang sering tidak dijumpai di font lain adalah pada “clarity” atau kejelasannya, baik ketika ditampilkan dalam ukuran yang kecil maupun besar.
Bila Anda adalah seorang amatiran, terkadang Anda tergoda dan tergerak untuk menggunakan font yang terkini dan seaneh mungkin dengan tujuan untuk menarik perhatian pendengar. Padahal ini bukanlah sesuatu yang bisa dibenarkan.

3. Gunakan kata-kata yang bersifat “hiperbola”

Pernahkah Anda mendengar Steve Jobs mengeluarkan kata-kata berikut secara berulang-ulang dalam acara peluncuran produknya; “Amazing”, “Fantastic”, “Awesome”, “Magical”, “Blown me away”, dan sejenisnya. Yup, Anda benar. Steve memang sering sekali menggunakan kata-kata atau ungkapan di atas untuk melukiskan betapa hebatnya fitur yang dimiliki oleh produk besutan Apple.
Dan terkadang kata-kata jenis inilah yang Anda butuhkan untuk menanamkan keyakinan kepada pendengar atau calon pelanggan Anda tentang kehebatan produk Anda. Tentunya dengan harapan bahwa para pendengar itupun nantinya akan meniru-niru Anda ketika menceritakan produk ini kepada teman-temannya. “Oh yeah, this new iPhone just blown me away. I just couldn’t speak no more.”

4. Ulangi dan ulangi lagi

Agar efek kata-kata hiperbolis tadi semakin mengena di hati dan neuron calon pelanggan Anda, jangan sungkan untuk mengatakannya secara berulang-ulang. Agar tidak terkesan membosankan, Steve biasanya mengulangi kata-kata hiperbolis ini dalam rentang waktu sekitar 5 menit atau setelah berakhirnya video atau penjelasan dari partnernya. Cara ini diharapkan mampu menghindari penonton dari rasa bosan gara-gara Anda sering mengulangi kata-kata sakti tadi.
Ingat selalu kata-kata ini: “Amazing”, “Fantastic”, “Awesome”, “Magical”, “Blown me away”. Dalam bahasa Indonesia, kita juga mempunyai padanannya. Tidak percaya? Coba ucapkan kata-kata ini; keren, heboh, menakjubkan, ajaib, aneh tapi nyata, dan luar biasa. Untuk membuatnya lebih “heboh” lagi, Anda tidak dilarang untuk mengganti “luar biasa” menjadi “luuuuuuuuuarrrrr biasa”. Hehehe, “ajaib” bukan?

5. Minimalisir kuantitas teks, maksimalkan di pernyataan

Dalam setiap slide yang Steve tampilkan, pria kelahiran tahun 1955 ini cenderung untuk menggunakan sesedikit mungkin teks. Teks di dalam slide hanya berfungsi sebagai pengingat saja. Sementara penjelasannya ada di dalam kepala dan ujung lidah Steve sendiri. Dengan demikian, penonton pun akan sulit memalingkan perhatiannya dari Steve.
Hal ini berbeda bila Anda menggunakan teks di dalam slide yang tampil dalam porsi besar dan banyak sehingga akan membuat penonton bosan karena mereka menganggap Anda lebih kelihatan seperti orang yang sedang membacakan alih-alih menjelaskan.

6. Merasa hebat, demokan!

Nah ini yang paling utama dalam sebuah peluncuran produk. Dan tampaknya, ini juga yang membuat Apple lebih bernilai ketimbang vendor-vendor lain di dunia teknologi informasi. Ketika Apple mengadakan peluncuran produk, Steve Jobs atau rekannya akan menyuguhkan hiburan tersendiri yang dirangkum bersama demo fitur. Contoh konkritnya terjadi pada tahun 2007 saat iPhone untuk pertama kalinya diluncurkan.
Waktu itu, Steve mendemokan bagaimana iPhone bisa digunakan untuk melihat peta denah alamat kedai makanan dan minuman melalui bantuan Google Maps. Dan asyiknya, Steve mendemokan kepada para penonton bahwa iPhone juga bisa langsung digunakan untuk menelepon kedai tersebut melalui antarmuka yang masih didominasi oleh denah peta kedai tadi.
Lalu apa yang membuat penonton gaduh? Mereka gaduh sambil memberi applause karena Steve memesankan makanan dan minuman untuk orang yang berada dalam gedung tempat acara tersebut dilangsungkan. Wow, tidak heran penonton langsung bersorak gembira. Siapa sih yang tidak gembira diberi makanan dan minuman gratis.

7. Gunakan video

Untuk penjelasan lebih jauh dari fitur-fitur tertentu, Steve Jobs lebih sering menyerahkan tugas ini kepada klip video. Dan ini adalah trik yang sangat bagus karena andai saja sebuah fitur diceritakan terlalu jelas dan dengan sifat “berpanjang lebar”, maka penonton akan bosan dan bisa-bisa ketiduran. Hal ini dicontohkan oleh Steve ketika ia mempresentasikan iPad 2.
Untuk membeberkan dampak apa yang sudah dibuat oleh iPad di seluruh dunia, Steve mempersilahkan penonton untuk menikmati video yang durasinya bisa antara 4 sampai 7 menit.

8. Buat perbandingan

Sebagai perusahaan dengan pengikut-pengikut fanatik, Apple acapkali membuat perbandingan secara eksplisit antara produknya dengan produk buatan vendor lain di depan publik. Salah satu contohnya adalah ketika Steve Jobs memperkenalkan MacBook Air sebagai laptop tertipis di seluruh dunia, Steve tidak takut membanding-bandingkan besutan Apple terbaru itu dengan produk lain yang tidak kalah tipisnya dari vendor teknologi terkemuka lainnya, Sony.
Selama itu bisa dipertanggungjawabkan, saya rasa Anda juga berhak untuk melakukan ini. Tapi ingat, Anda juga harus tahu bahwa Anda tidak perlu mempermalukan produk pesaing Anda di depan pendukung Anda seperti yang sering dilakukan oleh Steve selama ini. Maklum, agaknya kurang islami. Lagipula, tanpa menjelek-jelekkan produk pesaing pun, sebenarnya orang akan cenderung lebih memilih produk kita asalkan itu memang lebih bagus.

9. Jangan ceritakan berita buruk (pun yang biasa-biasa saja)

Selama presentasi dilakukan, Steve Jobs selalu menyebut-nyebut keberhasilan atau pencapaian besar perusahaannya. Jarang atau mungkin bahkan tidak pernah sama sekali seorang Steve menyebutkan berita buruk atau berita “biasa-biasa saja” yang menghinggapi Apple. Contohnya begini, dalam acara peluncuran iPad 2, Steve juga membeberkan bahwa aplikasi iBooks sudah menjadi channel tempat penggunanya untuk mengunduh tidak kurang dari 100 juta buku.
Selain itu, pria yang menyenangi mobil Mercedes dan Porsche ini juga membeberkan bahwa Apple sudah menyimpan kurang lebih 200 juta akun kartu kredit dari anggota-anggotanya di seluruh dunia. Tentu saja, hal-hal seperti ini akan turut membuat pendengar sekaligus calon pelanggan Anda akan semakin bersemangat untuk menjadi bagian dari perusahaan yang Anda bangun.

10. Suruh penonton mencoba sendiri

Dan inilah pentas pamungkas, supaya penonton tadi benar-benar terkesima dan bisa merasakan efek magis barang besutan perusahaan Anda, Anda tidak boleh ragu untuk meminta mereka mencoba langsung produk-produk tersebut. Selama mereka mencoba, biarkan mereka melakukan apa saja selama itu positif seperti menekan-nekan sisi luar produk, mengangkatnya ke atas dan ke bawah, merekamnya dengan video maupun mengambil gambarnya untuk publikasi ulang di blog atau situs milik mereka. Ah, Anda pasti sudah membayangkan sebuah usaha pemasaran gratis bukan?

09 Maret 2011

Mari Ketahui Rutinitas Menyenangkan Bayi

Halo ayah bunda, apa kabar? Bagaimana kabar bayi anda hari ini? Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hati tercintanya. Untuk itu kita sebagai orangtua harus betul betul memahami kondisi bayi kita, ada 4 rutinitas penting yang sebaiknya dilakukan oleh bayi.

"Rutinitas akan membuat hidup menjadi lebih mudah serta membantu membentuk ikatan antara orangtua dengan anak," ujar Karen Ruskin, Psy.D seperti dikutip dari Parenting.com,Kamis (10/3/2011).

Bayi akan mengembangkan rasa aman dan kepercayaan ketika ia sudah tahu apa yang akan dilakukannya atau memiliki rutinitas yang sama, sehingga hal ini akan membantunya berkembang. Untuk itu ketahui 4 rutinitas yang penting bagi bayi.

Rutinitas makan

Makan adalah salah satu kepuasaan bayi yang harus dilayani. Bayi akan lebih bahagia dan santai saat makan jika ia mengetahui sejak awal bahwa ia merasa lapar. Dan jika bayi masih menyusu, maka suplai susu akan lebih konsisten jika orangtua memiliki rutinitas yang sama setiap harinya. Hal ini bukan berarti orangtua harus memiliki jadwal yang kaku dan ketat, tapi usahakan orangtua konsisten dalam memberinya pola makan.

Rutinitas bermain
Bermain adalah kegiatan yang bisa membantunya berkembang, belajar dan menyerap hal-hal baru, karenanya penting untuk menjaga suasana tetap menyenangkan bagi anak. Cobalah memberikan stimulasi lembut seperti membacakan buku untuknya, memberinya mainan baru, menggoyang-goyangkan badan atau berjoget di lantai. Umumnya bayi akan belajar lebih aman jika ia merasa rutin dan akrab dengan sesuatu.

Usahakan untuk tidak bermain dalam suasana yang hiruk pikuk karena akan membuat bayi tidak nyaman dan fokus. Untuk bayi yang masih kecil maka rentang waktu 10-15 menit sudah cukup bagi bayi untuk bermain. Umumnya bayi akan sangat sensitif terhadap warna, lampu dan suara.

Rutinitas mandi

Diperlukan waktu yang konsisten, tidak terburu-buru atau tidak sedang stres saat memandikan bayi, sehingga ia terangsang untuk merasa segar dan santai setelah mandi. Untuk itu persiapkan bak, shampoo, sabun, lotion, handuk dan popok bayi sebelum melepaskan pakaian bayi.

Lepaskan pakaian secara lembut, teruslah berbicara sepanjang memandikan bayi untuk menenangkannya serta menyiramkan air secara perlahan sehingga tidak mengagetkan. Jika bayi sudah merasakan tidak nyaman dan ketakutan di awal maka ia akan berontak saat dimandikan. Untuk itu cobalah mengelap badan bayi selama beberapa minggu sampai ia bisa beradaptasi kembali.

Rutinitas tidur

Orangtua harus mengetahui tanda-tanda bayi mulai mengantuk seperti kelopak mata murung, menguap, menggosok-gosok mata dan menjadi rewel atau gelisah. Jika bayi merasa tidak nyaman akan membuatnya sulit tidur.

Satu jam sebelum bayi tidur mulailah dengan rutinitas seperti mandi, memberikan pijatan ringan, meredupkan lampu dan membuat bayi merasa nyaman.

Pada bulan-bulan awal kelahiran bayi akan tertidur saat menyusui, tapi cobalah mengajarkan bayi untuk belajar menenangkan dirinya sendiri. Jika bayi memiliki rutinitas yang sama setiap malamnya atau konsisten, maka ia lebih mudah untuk tidur dan bisa mengurangi stres orangtua.

27 Februari 2011

Tahapan Perkembangan fisik dan motorik bayi

Setiap perkembangan dari bayi kita merupakan sebuah keindahan tersendiri, sehingga sangat merugi kalau kita tidak mengikutinya. Seperti yang sudah dituliskan di artikel sebelumnya (Yuk kita amati bayi kita) pertumbuhan dan perkembangan bayi dari usia 0 – 1 tahun lebih didominasi oleh perkembangan fisik dan motorik. Untuk memudahkan pengamatan ibu dan ayah terhadap perkembangan yang terjadi pada bayinya (karena tidak memungkinkan juga perkembangan itu diikuti selalu bagi ayah ataupun ibu yang bekerja di luar rumah).  Berikut kami buatkan daftar perkembangan fisik dan motorik bayi  sesuai kelompok usianya. Orang tua bisa menceklis setiap daftar perkembangan yang dilalui bayi Anda.

Perkembangan fisik dan motorik bayi di usia 0 – 4 bulan
  1. Bayi mengangkat kepala sebentar ketika telungkup di tempat yang datar,
  2. Bayi mulai memusatkan pandangan pada wajah khususnya pada mata,
  3. Bayi mengikuti benda yang digerakkan ± 15 cm dari wajah lurus ke depan,
  4. Dalam posisi telungkup bayi dapat mengangkat wajah 45⁰,
  5. Bayi mengikuti benda yang digerakkan ± 15 cm dari wajah, melewati garis tengah,
  6. Bayi mengangkat kepala 90⁰ pada saat posisi tertelungkup,
  7. Bayi bisa menahan kepala jika dipegang dalam posisi duduk,
  8. Pandangan bayi dapat mengikuti benda yang digerakkan dari satu sisi ke sisi yang lainnya,
  9. Bayi mulai mengangkat tubuh dengan lengan pada posisi tengkurap,
  10. Mengambil mainan secara spontan.
Perkembangan fisik dan motorik bayi di usia 5 – 8 bulan
  1. Bayi menahan kepala dengan lurus ketika ditarik ke posisi duduk,
  2. Bayi anda mulai menggulingkan badan satu arah,
  3. Memusatkan perhatian pada sebuah benda kecil
  4. Bayi bisa melakukan posisi push-up
  5. Bayi mulai menjatuhkan, membuang atau memukul-mukul segala sesuatu yang digenggam/dipegangnya,
  6. Mengambil mainan yang jatuh,
  7. Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya,
  8. Menahan berat pada kakinya ketika dipegangi dalam posisi berdiri,
  9. Bayi anda duduk tanpa bantuan,
  10. Makan biscuit kering sendiri,
  11. Merangkat atau mengesot sepanjang lantai.
Perkembangan fisik dan motorik usia 9 – 12 bulan
  1. Berusaha mengambil mainan yang jatuh atau di luar jangkauannya,
  2. Bayi merangkak di lantai,
  3. Berdiri dengan berpegangan pada seseorang atau sebuah benda,
  4. Ditarik dari posisi duduk ke posisi berdiri,
  5. Bangun dan duduk sendiri dari posisi telungkup atau merangkak,
  6. Melepaskan mainan dengan sengaja,
  7. Memungut benda kecil dari tangan ibu atau ayah dengan jemarinya,
  8. Berjalan dengan bantuan atau bisa berjalan sendiri.
Nah demikianlah, perkembangan bayi, jadi jangan lewatkan moment-moment indah dalam setiap tahapan perkembangan buah hati anda.
Selamat menikmati….

24 Februari 2011

Panduan Memberikan Nama Anak

Semangat pagi ayah bunda..
Pagi merupakan sebuah harapan baru, kesempatan baru, yang berisi banyak peluang-peluang baru didalamnya, saya doakan ayah bunda senantiasa berada dalam kondisi terbaiknya. Amiin...
Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang tuntunan Islam dalam pemberian nama bagi anak kita yang tersayang, berhubung anak saya juga baru lahir he..he..he..(kirim kado dong...). Islam memberikan panduan serta tuntunan bagi kita dalam memberikan nama bagi anak kita yang telah lahir. Sebagian berkata; “Apalah arti sebuah nama”, eiit..jangan salah, nama adalah sesuatu yang sangat penting dan mendasar serta merupakan hadiah terindah dari kita bagi anak kita, merupakan sebuah doa, sebuah harapan dan cita-cita, jadi kita harus bebaskan bangsa ini dari korupsi (loh kok jadi orasi politik....?)
Tapi yang jelas jangan sepelekan nama untuk anak kita, nah supaya kita tidak salah langkah apalagi salah jalan dalam hal ini, Islam sudah mengaturnya dengan sedemikian rupa (Islam itu agama yang baik ya...), berikut kita ulas secara mendalam :

Hak Pemberian Nama
Siapakah yang paling berhak atas nama seorang anak? Apakah ayah, ibu, kakek, nenek atau tetangga sebelah (he..he..he..). Para ulama telah bersepakat bahwa pemberian nama terhadap sang anak adalah hak seorang ayah. Seandainya timbul perselisihan dalam hal ini maka yang dikedepankan adalah Ayah, menurut saran saya sebaiknya dimusyawarahkan antara suami isteri, supaya keharmonisan rumah tangga tetap terjaga.
Dianjurkan juga bagi seorang ayah untuk musyawarah dan diskusi dengan seorang alim ulama dalam memilih nama anak. Hal ini juga sering dilakukan oleh sahabat Rasulullah, mereka menunjukkan bayi-bayi mereka yang baru lahir kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau memberi nama seperti tercantum dalam kisah Ibrahim bin Abi Musa, Al-Mundzir bin Abi Usaid dan Abdullah bin Abi Thalhah
Hal ini menunjukkan bahwa seorang ayah dianjurkan untuk memperlihatkan anaknya dan bermusyawarah dengan seorang yang alim tentang sunnah dari kalangan ahli sunnah yang agama dan ilmunya dapat dipercaya agar ditunjuki nama yang terbaik untuk si bayi.
Nah...jika sudah memahami tentang hak pemberian nama anak, sekarang kita masuk lebih dalam lagi yaitu:

Adab Dalam Memilih Nama
“Loh..apa-apaan ini kok pakai adab-adab segala, terserah saya dong, kan anak saya, terserah saya dong...!”
Iya ayah bunda, saya ngerti dengan perasaannya, adab ini merupakan untuk kebaikan bagi anak, dan ayah bunda juga. Supaya anaknya dalam hidup diberkahi dalam kemuliaan Islam, kan anak adalah investasi amal bagi kita kelak, jadi harus betul betul di perhatikan, begitu juga dengan pemberian namanya.
Al-Mawardi rahimahullah berkata dalam Kitab Nashiihatu al-Muluuk intiya, “Apabila seorang bayi lahir maka kemuliaan dan kebaikan yang pertama kali diberikan kepadanya adalah memilihkan untuknya nama yang baik dan kunyah yang lembut serta mulia. Sebab nama yang baik dapat menyentuh hati seseorang ketika mendengar nama tersebut.
Begitu ayah bunda, berikut tiga faktor yang perlu kita perhatikan dalam memilih nama anak :
  • Nama tersebut diambil dari nama-nama orang-orang shalih dari kalangan nabi, rasul dan orang shalih lainnya. Maksudnya untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mencintai dan menghidupkan nama mereka serta melaksanakan apa yang dicintai Allah dengan memilih nama para wali yang telah membawa agama-Nya.
  • Nama yang singkat, hurufnya sedikit dan mudah diucapkan serta mudah dihafal.
  • Maknanya bagus, sesuai dengan kondisi orangnya, derajat agama serta martabatnya.
Syaikh Abu Bakar Abu Zaid hafizhahullah berkata:
  • Memperhatikan nama-nama yang sesuai dengan derajat dan qabilahnya merupakan ikatan kekeluargaan serta kerukunan antar marga.
  • Sementara memperhatikan nama-nama orang yang seagama dengannya merupakan ikatan yang dilandasi agama dan iman.
  • Sedangkan memperhatikan nama-nama orang yang semartabat dengan dirinya, merupakan ikatan moral dengan menempatkan diri pada posisi yang pantas sehingga tidak terkesan aneh dan asing.
Demikian ayah bunda, selamat memilihkan nama terbaik buat bayinya, semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi panduan bagi kita.
Terakhir, salam hangat buat keluarga dan terutama buat sidedek bayinya ya.....:)
Allahu a’lam

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3